TINJAUAN YURIDIS PEMBINAAN ANAK DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) TANGERANG

Fransiska Novita Eleanora, Esther Masri

Sari


Abstract

Child coaching aims to direct the child to a better person, and not to repeat his actions, not to punish the most severe child regardless of his rights. Problem formulation How impact/change as well as factor /constraints of Tangerang child counseling. Special Institution Children's Institution (LPKA) before and after the coming into effect of Law no. 11 Year 2012 on the Criminal Justice System of Children (SPPA). Research Methods are normative research methods, namely legislation, court decision, and scholar opinion, and empirical research method that is field study, interview with coach at Tangerang LPKA and questionnaire to children in Tangerang LPKA. The result of this research is the form of guidance of children in Tangerang LPKA before the birth of Law no. 11 of 2012 on SPPA, that in the juvenile justice has not preporeus children, not through restorative justice or diversion, after the birth of Law no. 11 Year 2012 on SPPA, Child Correctional Institution (LAPAS), transformed into Special Educational Institution Tangerang (LPKA), Children must follow formal and Informal Education, and aims to build child friendly. but implementation there are still obstacles /obstacles, implementation/regulation, facilities/infrastructure, ambiguous judges decision, insufficient data and information, lack of inter-agency coordination, and different central and regional government policies in applying the rules of children with problems law

Keywords: child, coaching, judiciary

 

 

Abstrak

Pembinaan anak bertujuan untuk mengarahkan anak menjadi pribadi yang lebih baik, dan tidak mengulangi perbuatannya, bukan untuk menghukum anak seberat-berat tanpa memperhatikan hak-haknya. Rumusan Masalah Bagaimana dampak/perubahan serta faktor/kendala pembinaan anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tangerang sebelum dan sesudah berlakunya UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Metode Penelitian adalah metode penelitian normatif yaitu peraturan perundang-undangan, keputusan pengadilan, dan pendapat para sarjana, dan metode penelitian empiris yaitu studi lapangan, wawancara dengan Pembina di LPKA Tangerang dan kuesioner kepada anak-anak di LPKA Tangerang. Hasil penelitian wujud pembinaan anak di LPKA Tangerang sebelum lahirnya UU No. 11 tahun 2012 tentang SPPA, bahwa dalam peradilan anak belum mensejahterahkan anak, tidak melalui keadilan restoratif maupun diversi, setelah lahirnya UU No. 11 Tahun 2012 tentang SPPA, Lembaga Pemasyarakatan Anak (LAPAS), dirubah menjadi Lembaga Pembinaan Khsusus Anak (LPKA) Tangerang, Anak wajib mengikuti Pendidikan formal dan Informal, dan bertujuan untuk membangun ramah anak. tetapi dalam pelaksanaanya masih terdapat  kendala/hambatan yaitu, implemantasi/regulasi, sarana/prasarana, putusan hakim yang ambigu, data dan informasi yang tidak memadai, kurangnya koordinasi antar instansi, dan kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang berbeda dalam menerapkan aturan anak yang bermasalah dengan hukum .

Kata Kunci : anak. pembinaan, peradilan


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


 


 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
 

Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (LPPMP UBJ)