Pengukuran dan Penyuluhan Kelelahan Kerja pada Guru SD Sukawening Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung

Gurdani Yogisutanti

Sari


Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Sukawening Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung adalah kegiatan pengabdian masyarakat yang menjadi agenda tahunan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel Bandung. Pada tahun ini, Program studi S1 Kesehatan Masyarakat memusatkan kegiatan pengabdian masyarakat pada Sekolah Dasar Sukawening. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pada guru. Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan guru SD Sukawening tentang kelelahan kerja, serta mengetahui tingkat kelelahan kerjanya. Pengukuran kelelahan kerja menggunakan alat reaction timer Lakassidaya L77 dilakukan sebelum penyuluhan dan menggunakan kuesioner G-Fatigue, yang digunakan untuk mengukur kelelahan fisik dan psikologis pada dosen/tenaga pendidik. Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dilakukan pretest sebelum penyuluhan dan posttest setelah penyuluhan. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat adalahn seluruh guru SD, sebanyak 10 orang. Akan tetapi pada saat pelaksanaan kegiatan, hanya 8 orang guru yang dapat mengikutinya (80%). Hasil pengukuran kelelahan kerja pada guru SD Sukawening didapakan data bahwa ada 12,5% yang mengalami kelelahan berat, dan 25,0% yang dalam kondisi normal. Sebagian besar dalam kondisi lelah ringan (62,5%). Rerata waktu reaksi adalah 260,4 milidetik standar deviasi 400 milidetik, termasuk dalam kondisi lelah ringan. Terdapat peningkatan pengetahuan tentang pencegahan kelelahan kerja pada guru, dengan skor rerata pretest sebesar 4 standar deviasi 1 mengalami peningkatan dengan hasil posttest sebesar 6 standar deviasi 1,5. Pencegahan kelelahan kerja pada guru diperlukan karena dari hasil kegiatan pengmas didapatkan bahwa guru mengalami kelelahan kerja dan pengetahuan tentang pencegahan kelelahan kerja masih rendah sebelum dilakukan penyuluhan. Kegiatan yang sama dapat dilakukan di Sekolah Dasar lain yang belum pernah mendapatkan kegiatan serupa.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Budiono, S. (2003). Bunga Rampai Hiperkes dan KK. Semarang: Badan Penerbit UNDIP.

Hidayat, Z. (2016). Pengaruh Stre dan Kelelahan Kerja terhadap Kinerja Guru SMPN 2 Sukodono di Kabupaten Lumajang. Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi WIGA Volume 6 (1), 36-44.

Koesyanto, H. (2008). Hubungan antara Beban Kerja dengan Kelelahan Kerja Mengajar pada Guru Sekolah Dasar Se-Kecamatan Semarang Barat Tahun Ajaran 2006/2007. Kemas Volume 3 (2), 115-125.

Saing, B. (2017). Pengaruh Mutasi dan Pelatihan terhadap Kinerja Pegawai Dinas Perhubungan Kota Bekasi. Jurnal Kajian Ilmiah Volume 17 (3), 151-158.

Setyawati, L. (2010). Selintas tentang Kelelahan Kerja, Manajemen Kelelahan Kerja adalah Jawabannya. Yogyakarta: Amara Books.

Suma'mur, P.K. (1997). Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Jakarta: PT. Gunung Agung.

Tarwaka, B., & HAS, S. (2004). Ergonomi untuk Kesehatan Kerja dan Produktivitas . Nika Press: Surakarta.

Yogisutanti, G. (2016). Pengembangan Instrumen Kelelahan Kerja Fisik dan Psikologis pada Dosen. Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Volume 10 (1), 683-698.

Yogisutanti, G., Kusnanto, H., Setyawai, L., & Yasumasa, O. (2013). Pengaruh Pelatihan Pengendalian Kelelahan Kerja terhadap Peningkatan Pengetahuan Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan di Bandung. Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Volume 7 (2), 1-13.




DOI: http://dx.doi.org/10.31599/jabdimas.v1i1.207

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by4.footer##

 


 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
 

Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (LPPMP UBJ)